Sudah menjadi rahasia umum bahwa Australia adalah rumah dari beragam macam suku bangsa. Sebagai dampaknya, khazanah kuliner negeri ini pun begitu kaya. Berbagai makanan dari berbagai penjuru dunia seperti India, Tiongkok, Arab, bahkan Indonesia pun dapat kita temukan dengan mudah di sana, khususnya di kota-kota besar.

Sebagai salah satu golongan yang turut meramaikan multikulturalisme Australia, terdapat pula orang-orang Turki yang menyumbang sekitar 150.000 jiwa dari total populasi Australia. Soal makanan, bisa ditebak, orang-orang Turki punya kebab yang bisa dibanggakan sebagai warisan kuliner kelas dunia. Namun demikian, apa jadinya apabila kebab mengalami akulturasi dengan cita rasa lokal Australia? Jadilah halal snack pack(HSP).

HSP adalah sebuah menu modifikasi yang terdiri dari kentang goreng, daging kebab, keju parut, dan dilapisi saus pilihan seperti tomat, barbecue, cabe, dan sebagainya. Hidangan ini bisa dikatakan sebagai produk akulturasi antara eksotisme kebab sebagai kuliner asing dan kegandrungan orang Australia terhadap kentang goreng. Soal gizi, memang, makanan ini bisa menyebabkan dokter anda geleng-geleng kepala, tapi soal rasa, jangan ditanya, HSP jagonya bikin rencana diet batal. Bagi mahasiswa seperti saya, HSP pun jadi primadona karena porsinya yang bisa diandalkan untuk mengganjal perut dari pagi hingga petang. Tak sulit untuk mencari HSP, karena hampir seluruh restoran kebab di Australia menjualnya. Bahkan, ketika HSP tak ada di menu, bilang saja bahwa kita ingin makan HSP, dan mereka umumnya akan menyajikannya.

Terdapat pula grup Facebook bertajuk Halal Snack Pack Appreciation Society (HSPAS) berisi para penggila HSP dari berbagai penjuru Australia. Grup ini bertujuan agar tiap penggunanya mampu saling memberikan rekomendasi HSP terbaik di Australia. Hingga tulisan ini dibuat, ada 188.373 pengguna Facebook terdaftar sebagai anggota grup ini. HSPAS pun berkembang menjadi sebuah subkultur baru di dunia kuliner Australia. Para anggota grup menyebut sesamanya dengan sebutan “brothers” atau“sisters” layaknya muslim Australia memanggil satu sama lain. Kemudian, dalam menilai HSP, mereka menggunakan istilah “halal” untuk HSP yang enak, dan “haram” untuk HSP yang mereka anggap di bawah standar. Untuk itu, HSPAS memiliki penilaian tersendiri untuk menentukan “halal-haram” HSP, seperti tingkat kerenyahan kentang dan daging, tingkat kelumeran keju, jumlah porsi, kerapian presentasi, hingga hal sederhana layaknya keramahan penjual dalam melayani.

Selain itu, terdapat semacam aturan tak tertulis bahwa untuk menjaga standar, HSP harus menggunakan daging asli, tidak boleh diberi salad, dan harus menggunakan kombinasi saus yang terdiri dari barbecue, bawang putih, dan cabe—atau disebut dalam grup sebagai “the holy trinity”. Dalam hal ini, pengguna yang memesan barang “haram”seperti saus tomat atau salad akan disebut sebagai “haram dingo” dan perlu diselamatkan oleh “harambulance” agar kembali ke jalan yang benar. Beberapa restoran kebab pun mengaplikasikan standar ini di dunia nyata dengan memajang tulisan semacam “holy trinity sauce” atau “no dingoes” di meja kasir mereka.

Tak hanya berguna bagi turis atau pelaku wisata kuliner, adanya HSPAS ini pun banyak membantu restoran-restoran kebab untuk menjadi lebih populer, karena tak sedikit pengunjung hadir atas rekomendasi dari anggota HSPAS lain. Metro One Kebabs misalnya, restoran kebab di barat Sydney ini dilaporkan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 75 persen setelah dinobatkan sebagai salah satu penyaji HSP terbaik di Sydney.
Bukan hanya berfungsi sebagai grup berbagi rekomendasi tempat makan, HSPAS juga berkembang sebagai sarana melawan narasi islamofobia yang digaungkan sejumlah politisi sayap kanan Australia, salah satu contohnya adalah Pauline Hanson dari One Nation Party yang terkenal menentang sertifikasi halal. Sebagai contoh, ada anggota HSPAS yang dengan jenaka menggalang dana agar bekas lapak fish and chips milik Pauline Hanson bisa disulap menjadi restoran HSP.

Sam Dastyari, seorang senator muslim asal Sydney yang kebetulan juga anggota HSPAS, menyamakan HSP dengan aksi damai dalam fungsinya mempromosikan perdamaian dan multikulturalisme. Selain menjadi kudapan nikmat, HSP pun sukses berkembang menjadi alat diplomasi kultural yang ampuh bagi masyarakat muslim Australia. Di tengah pro dan kontra sertifikasi halal Australia, HSP hadir untuk membuktikan bahwa produk halal dapat dikonsumsi semua kalangan—melunturkan citra asing dan eksklusif.

Halal Snack Pack

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *