Secara umum, ada empat moda transportasi yang lazim kita gunakan untuk bepergian sehari-hari di Sydney. Pertama tentu saja bus. Saat ini, bus di Sydney melayani 11 jalur rute berbeda yang cukup menjangkau bahkan kawasan-kawasan suburb kecil sekalipun. Moda transportasi ini ideal bagi kita yang ingin menjangkau lokasi-lokasi yang tidak terlalu jauh dari titik berangkat, atau lokasi-lokasi yang agak jauh dari stasiun kereta.

      Kedua, Sydney juga punya kereta. Moda transportasi ini didesai sebagai fasilitas komuter yang menghubungkan suburb-suburb yang ada di kawasan Metropolitan Sydney. Terdapat 8 jalur perjalanan kereta yang dilayani, dengan jangkauan rute yang membentang hingga 815 kilometer. Bagi saya inilah moda transportasi paling nyaman, karena kita tidak akan terimbas kemacetan. Bagi yang rawan mabuk darat pun, naik kereta akan sangat menyenangkan karena minim guncangan.

      Ketiga adalah light rail. Kurang lebih moda transportasi satu ini mirip dengan trem. Berbeda dari kereta, light rail hanya melintasi rute-rute yang masih ada dalam bilangan kota Sydney, ia tidak menjangkau suburb-suburb di luar wilayah tersebut. Light rail juga berjalan dengan kecepatan yang tak sekencang kereta, sehingga moda ini lebih cocok digunakan bagi wisatawan yang ingin menyinggahi tempat-tempat wisata dalam kota.

      Keempat dan yang terakhir adalah moda transportasi feri. Sydney merupakan kota pelabuhan yang secara geografis memiliki kawasan perairan cukup luas, sehingga ia membutuhkan moda transportasi air untuk memungkinkan transportasi antarwilayah yang terpisah air. Terdapat 8 jalur feri yang seluruhnya terpusat dari Circular Quay, stasiun yang terletak tak jauh dari Sydney Opera House.

      Seluruh moda tersebut sudah terintegrasi satu sama lain melalui Opal, sehingga kita tidak usah takut harus mengurus hal-hal baru lainnya. Sistem Opal ini pun sudah terbilang canggih. Selain kartu, terdapat pula aplikasi bernama Opal Travel yang memungkinkan kita untuk mengelola perjalanan seperti mencek jadwal, mengisi ulang saldo kartu, ataupun memilih rute perjalanan terbaik. Untuk keamanan dan kenyamanan kalian selama di Sydney, saya sangat menyarankan kalian untuk membeli Opal Card dan mengunduh aplikasi Opal Travel begitu sampai di Sydney, apalagi kalau kalian tidak ingin mengalami apa yang saya alami di hari pertama ngampus.

       Pada hari itu, saya sadar telah mengabaikan nasihat seorang kawan untuk membeli Opal Card di bandara. Bodohnya, saya juga lupa menukarkan uang dengan pecahan yang lebih kecil. Saat naik bus dan harus membayar tiket seharga 4,3 dolar, saya pun begitu kewalahan mencari uang kecil. Akhirnya, saya sodorkan uang kertas 50 dolar pada sang sopir. Ia kemudian memberikan saya tiket dan kembalian 45,7 dolar—terdiri dari dua lembar 20 dolar dan setumpuk koin dengan jumlah total 5,7 dolar. Kesialan belum berakhir, genggaman saya luput dan beberapa koin pun berhamburan ke lantai bus! Saya pun memunguti koin tersebut tanpa berani memandang muka sang sopir, yang saya yakin dalam hati membatin,

“Woo…dasar bocah ndeso.” 

Transportasi di Sydney

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *